Potongan Melintang Buah Persik

Huff, capek menurunkan berat badan? Padahal kelebihan berat badanbisa memicu berbagai masalah kesehatan. Nah, coba deh mengonsumsi buah persik, plum dan nektarin yang dipercaya melawan obesitas.

Ketiga buah ini merupakan buah-buahan segar yang baik untuk dikonsumsi. Penelitian terbaru oleh Texas AgriLife Research menemukan, senyawa bioaktif dalam ketiga buah itu bisa melawan obesitas terkait diabetes dan penyakit jantung.
Buah Plum

Menurut Dr Luis Cisneros-Zevallos, ilmuwan makanan Agrilife Research, senyawa dalam ketiga buah itu bisa menjadi senjata dalam melawan sindrom metabolik dimana obesitas dan peradangan memicu berbagai masalah kesehatan serius.

"Riset kami menunjukkan bahwa buah berbiji keras, seperti persik, plum dan nektarin memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi melawan sindrom ini," jelas Cisneros-Zevallos.

 Cisneros-Zevallos menjelaskan bahwa senyawa fenolik (senyawa antioksidan yang banyak terkandung dalam tanaman) yang terkandung dalam buah ini bekerja sebagai anti-obesitas, anti-inflamasi dan anti-diabetes pada barisan sel-sel berbeda dan juga mengurangi oksidasi kolesterol jahat yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.
Buah Nektarin

"Penelitian kami menunjukkan bahwa empat kelompok fenolin utama -anthocyanin, asam clorogenic, quercetin dan catechin derivatif - bekerja pada sel berbeda, seperti sel lemak, makrofag dan sel endotel pembuluh darah," ungkap Give Obesity.


Sumber : Ghiboo.com
[...]

Continue

Oleh Daniel Bortz


Sebagai institusi bisnis, maskapai penerbangan tentu berusaha mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. “Mereka ingin konsumen membayar setinggi-tingginya, sesuai kemampuan. Ini kebalikan dari keinginan konsumen,” kata Joe Bracantelli, pendiri website JoeSentMe.com



Untuk satu kali terbang, kata Bracantelli, bisa terdapat puluhan kategori harga. "Pada pesawat dengan 150 kursi, bisa terdapat 50 tarif yang berbeda.”


Kami berbicara dengan Brancatelli dan ahli industri travel lainnya tentang trik memotong biaya perjalanan. Berikut adalah delapan rahasia dari "orang dalam" untuk memesan tiket pesawat lebih murah.

Pesanlah tiket enam pekan sebelum berangkat.

Calon penumpang akan mendapat tarif termurah, sekitar 6 persen di bawah tarif rata-rata, jika memesan enam pekan sebelum jadwal terbang, menurut penelitian Airline Reporting Corporation (ARC). 


Data dari seluruh agen perjalanan di AS pada empat tahun terakhir menunjukkan, banyak orang memesan tiket dengan tarif termurah pada 42 hari sebelum terbang. Tetapi aturan enam pekan tersebut tidak mutlak unutk mendapat tarif termurah. "Itu hanya tren," jelas Chuck Thackston, direktur manajer ARC untuk data dan analisis. “Tetapi, rata-rata, kami lihat pendekatan 42 hari sebelumnya ini berhasil."

Carilah penerbangan pagi

Maskapai penerbangan hanya memberikan sedikit jatah kursi yang didiskon pada malam hari, jadi Thackston menyarankan untuk memesannya pada pagi buta. "Kalau pesan siang hari, kemungkinan kehabisan," katanya.

Waktu terbaik untuk membeli tiket: Selasa pukul 15.00

Jika Anda tidak menemukan tiket yang didiskon pada pagi hari, sebuah penelitian olehFarecompare.com mengatakan bahwa waktu terbaik untuk membeli tiket pesawat untuk perjalanan (domestik) adalah pada Selasa pukul 15.00. Namun, George Hobia, pendiri AirfareWatchdog.com, berargumen bahwa waktu penawaran terbaik sering berubah-ubah, jadi tidak ada hari dan waktu yang spesifik untuk membeli.

Hari termurah untuk terbang: Rabu

Menurut penelitian Farecompare.com baru-baru ini, hari termurah untuk terbang adalah Rabu, untuk perjalanan domestik. "Hari dengan kursi terbanyak mengindikasikan suplai yang lebih baik, lalu.... lebih banyak kursi kosong yang membutuhkan potongan harga supaya bisa terjual banyak," menurut website tersebut. 


Hari termurah lainnya untuk terbang adalah Selasa dan Sabtu, jelas Farecompare (Jumat dan Minggu adalah hari termahal untuk terbang).

Ambil penerbangan pertama

Penerbangan paling murah adalah penerbangan pertama di pagi hari. "Ya, berarti Anda harus bangun pada jam 4 pagi," kata Rick Seaney, kepala eksekutif Farecompare.com. Penerbangan termurah selanjutnya adalah pada saat setelah makan siang dan pada saat jam makan malam. "Tentu saja, waktu termurah untuk terbang adalah penerbangan terbatas ketika mata Anda merah (masih mengantuk)," katanya.

Periksa sendiri maskapai termurah

Website pembanding harga seperti Kayak.com tidak mutlak menyelesaikan tugas Anda. Beberapa maskapai bertarif murah, seperti Southwest di AS dan Ryanair di Eropa, tidak membolehkan tiket mereka dibandingkan di website pembanding harga, kata Seaney. Jadi silakan Anda memeriksanya sendiri. 


Dan periksa lebih teliti untuk memastikan bahwa maskapai "bertarif murah" tersebut tidak membebankan biaya ekstra yang jatuhnya akan lebih mahal, seperti biaya barang bawaan ekstra. Menurut Seaney, ini taktik yang digunakan beberapa maskapai bertarif murah.

Manfaatkan AirfareWatchdog.com

AirfareWatchdog.com akan mengirimkan pemberitahuan ketika harga tiket jatuh. "Kami hanya mengirim update ketika kami rasa kami berhasil mendapat penawaran terbaik, namun website lain mungkin akan memberitahu Anda ketika tiket pesawat turun 2 dollar," kata George Hobia.

Bangun jaringan dengan maskapai

Jika Anda adalah anggota  VIP dari program pelanggan dari maskapai atau jika Anda memiliki kartu kredit yang bekerja sama dengan maskapai tersebut, secara otomatis Anda lebih unggul dari calon pembeli lain. "Semakin maskapai mengenal Anda, semakin besar potongan harga yang akan Anda terima," jelas Barncatelli.


Kartu kredit yang bekerja sama dengan maskapai menawarkan tawaran yang lebih, seperti bagasi gratis, menjadi prioritas untuk berangkat dan dalam pemilihan kursi, jadi mungkin akan sangat berguna untuk mendaftar jika Anda sering bepergian dengan satu maskapai tertentu.
[...]

Continue


Bila Anda berkunjung ke Hanoi dengan anggaran terbatas, kemungkinan besar Anda akan menginap di kawasan pusat kota Old Quarter. Di sini terdapat berbagai akomodasi murah, baik berupa hostel jenis asrama (satu kamar dipakai banyak orang) maupun hotel biasa. 

Hanoi menyapa kedatangan Anda. Foto: Olenka Priyadarsani
Kawasan ini terletak di antara Danau Hoan Kiem dan Jembatan Long Bien, dahulu merupakan pusat perdagangan di kota ini. Awalnya, daerah ini terdiri dari 36 jalan, dengan masing-masing jalan memiliki spesialisasi tertentu, misalnya kerajinan kayu, penenun kain sutera, pembuat obat-obatan tradisional dan sebagainya.

Saat ini masih ada sisa-sisa masa lalu walaupun banyak juga pertokoan modern, butik-butik mewah, serta hotel, agen perjalanan, dan restoran seiring perkembangan Old Quarter sebagai pusat pariwisata Hanoi. Apa saja yang menarik untuk dikunjungi di sini?

1. Danau Hoan Kiem sebagai jantung kota Hanoi paling sesuai dikunjungi saat pagi hari. Penduduk setempat serta ekspatriat biasanya tengah lari pagi, melakukan tai chi, dan olahraga lainnya. Duduk-duduk di pinggir danau sambil menikmati kopi Vietnam kental untuk melawan sejuknya udara Hanoi bisa jadi pilihan rekreasi yang menyenangkan sekaligus hemat. Siapa tahu Anda bisa menyaksikan munculnya kura-kura raksasa yang tinggal di danau.

2. Jembatan The Huc merupakan ikon kota ini. Jembatan berwarna merah ini menghubungkan daratan utama dengan Kuil Ngoc Son di tengah danau.

Jembatan The Huc yang menghubungkan antara daratan utama dengan Kuil Ngoc Son. Foto: Olenka Priyadarsani
3. Kuil Ngoc Son terletak di sebuah pulau kecil di bagian utara Danau Hoan Kiem. Secara harafiah arti dari Ngoc Son adalah Gunung Batu Jade. Sejarah mengenai kuil ini bermula pada abad ke-14, namun bangunan kuil yang masih ada sekarang mungkin dibangun pada abad ke-18. Tiket masuk 3.000 dong. Anda dapat membelinya di loket pembelian tiket sebelum jembatan The Huc.

4. Pasar Hang Da terletak di jantung kota Hanoi, walaupun bukan pasar terbesar di ibukota Vietnam ini. Pasar ini menjual berbagai macam barang seperti bunga-bunga segar, anggur impor, pakaian bekas, dan tentu saja kain. Anda dapat menemukan berbagai buah segar, sayuran di pinggir jalan dan di lantai dasar. Di lantai dua dan tiga para pedagang kain, pakaian, keramik, dan tembikar. Berkunjunglah ke pasar ini pada pagi hari karena saat itulah pasar sangat hidup. Jangan lupa bawa kamera!

5. Memorial House Hanoi adalah salah satu saksi sejarah Old Quarter. Rumah yang berada di 87 Pho Ma May ini dibangun dengan gaya tradisional Cina yang menggambarkan kehidupan para pedagang pada masa itu. Renovasi dilakukan pada bulan Oktober 1999 dengan bantuan dari kota Toulouse Perancis. Tiket masuk 3.000 dong.

6. Hidangan kuliner di malam hari sangat cocok buat memanjakan perut. Salah satu yang paling saya rekomendasikan adalah makanan laut segar. Dua jalanan yang terkenal dengan pedagang seafood yaitu Tong Duy Tan dan To Hien Thanh. Anda biasanya disuruh memilih jenis apa yang Anda inginkan per kilo, dan bagaimana cara memasaknya. Ada berbagai macam cara memasak, misalnya kerang yang dikukus dengan jahe, daging kepiting ditumis dengan bihun, cumi panggang, bahkan udang yang direbus dalam bir.

Makanan laut segar merupakan kudapan yang cocok untuk malam Anda di Hanoi. Foto: Olenka Priyadarsani
Enam hal di atas belum mencakup keseluruhan atraksi wisata di Old Quarter. Tempat ini sangat menarik dengan berjuta warna-warninya. Yang paling penting, kawasan Old Quarter dapat dikelilingi hanya dengan berjalan kaki. Selamat bertualang di Hanoi!

Oleh Olenka Priyadarsani
[...]

Continue



Pulau MansinamKetika berada di Manokwari, cobalah bertanya: tempat apa yang menarik dikunjungi. Bisa ditebak, jawabannya, Pulau Mansinam! Ini pulau kecil di Teluk Doreh. Kalau berdiri di Pelabuhan Manokwari atau di kawasan wisata pantai Pasir Putih di Manokwari, Pulau Mansinam begitu jelas terlihat, bertetangga dengan Pulau Lemon.

Tidak terlalu sulit untuk menjangkau pulau yang terletak sekitar enam kilometer dari Manokwari daratan ini. Hanya butuh waktu sekitar 10-15 menit dengan speed boat. Penumpang ke Pulau Lemon dan Pulau Mansinam biasanya menunggu di Pantai Kwawi (Manokwari daratan). Tepatnya di depan Kantor Klasis Kwawi.

Penyeberangan ke Mansinam meski terbilang singkat, tapi kebeningan dan kebiruan air laut di Teluk Doreh ini cukup memberikan kesegaran tersendiri dan mengabaikan sengatan matahari. Ketika berdiri di Kwawi, samar-samar terlihat prasasti di Pantai Mansinam yang menandai masuknya injil di Tanah Papua.

Semakin mendekati Pulau Mansinam, prasasti berupa salib dengan ketinggian beberapa meter itu kian jelas terlihat. Siapapun bisa memasuki lokasi prasasti dengan menghubungi pemegang kunci pagar, Adolf Sarumi. Selain untuk peringatan, prasasti itu juga dibuat untuk tujuan wisata dan berada di bibir pantai Mansinam, menghadap ke Kota Manokwari.





“Soli deo Gloria”

Di bagian bawah kaki prasasti, hanya ada tulisan “Soli deo Gloria. De Eerste Zendelingen van Nederlandsch Nieuw Guinee C.W. Ottow En J.G. Geissler Zyn Hier Geland op 5-2-1855”. Di sisi tulisan ini, ada terjemahan dalam bahasa lokal. Artinya, kurang lebih, Zending pertama untuk Papua Ottow-Geissler tiba di sini 5 Februari 1855.

Sekitar 50 meter dari prasasti terdapat satu gereja dengan arsitektur yang cukup menarik. Rupanya, gereja itu masih mempertahankan arsitektur asli dari gereja yang dibangun Geissler pada 1864. Ini merupakan gereja pertama di Papua. Pondasi gereja yang asli terletak di sisi gereja yang berdiri sekarang.

Di samping gereja, juga terdapat sumur tua yang dibuat Ottow-Geissler ketika menetap di Pulau Mansinam. Sumur itu masih tetap digunakan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air tawar. Air sumur itu sangat bersih, segar dan tidak terasa asin meski tidak jauh dari pantai. Selain pondasi gereja dan sumur, juga terdapat tempat pembakaran roti—-seperti oven tapi terbuat dari semen.

Sepintas Pulau Mansinam, tiada beda dengan ribuan pulau kecil di tanah air. Biasanya, pulau kecil tidak terurus dengan baik dan minim fasilitas. Ini juga berlaku di Pulau Mansinam. Tapi, semua itu tentu tidak menghapus berbagai catatan sejarah Papua di Pulau Mansinam ini.

Mungkin, bagi wisawatan akan kesulitan untuk mengetahui siapa Ottow-Geissler, selain tulisan di prasasti dalam bahasa Belanda, kalau keduanya sebagai zending pertama. Tapi, kalau penasaran, bisa mengunjungi Kantor Klasis Kwawi untuk memperoleh informasi mengenai Ottow-Geissler.





Masuknya Injil

Kalau berbicara tentang sejarah Tanah Papua, maka Pulau Mansinam akan menjadi titik penting, karena menjadi asal-muasal pekerjaan zending (misi) di Tanah Papua. Di Pulau ini, tepatnya 5 Februari 1885, dua orang zendeling-werklieden (utusan tukang) dari Jerman, C.W. Ottow dan Johann Gottlob Geissler menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Papua.

Sesuai buku “Seratus Satu Tahun Zending di Irian Barat” (karya Pdt. FJS. Rumainum tahun 1966), Ottow-Geissler mencapai Pulau Mansinam setelah menempuh perjalanan panjang dari Eropa dengan kapal Abel Tasman pada 25 Juni 1852 melalui Tanjung Harapan dan tiba di Batavia pada 7 Oktober 1852, kemudian berlayar ke Makasar, Ternate sebelum akhirnya tiba di Mansinam pada 1885.

Kehadiran Ottow-Geissler di Mansinam menjadi tonggak masuknya injil untuk pertama kali di Tanah Papua. Kedua Zending ini menjadi pelopor bagi pekerjaan Zending selanjutnya di seluruh Tanah Papua. Ottow menjadi Zending pertama juga yang meninggal dan dimakamkan di Papua, tepatnya di Kwawi, Manokwari. Sedangkan Geissler meninggal dan dimakamkan di Eropa.

Selain injil, sebenarnya sejumlah peristiwa bersejarah di Papua bermula dari pulau kecil di Teluk Doreh ini. Sebab, di pulau inilah Gereja Pengharapan (Krek der Hopen) sebagai gereja pertama di Papua yang dibangun Geissler pada 1864. Di pulau ini juga, untuk pertama kali orang Papua menganut agama Kristen.

Bahkan, sejarah pendidikan di Tanah Papua, juga tidak lepas dari Pulau yang sekarang hanya memiliki satu sekolah dasar (SD) ini. Sesuai catatan zending, Nyonya Ottow membuka sekolah putri di Kwawi (Manokwari) pada 1857, dengan menggunakan satu ruang di kediamannya sebagai kelas.





“Rasul Irian Barat”

Selain itu, Geissler juga membuka sekolah di Mansinam yang memberikan pelajaran bahasa Melayu. Di Mansinam ini, juga tercatat sekolah guru pertama di Papua yang didirikan Pdt.F.J.F. van Hasselt pada 1917.

Berbagai peristiwa sejarah yang terukir di Pulau Mansinam menjadikan pulau ini memiliki arti penting bagi Papua, yang ditorehkan Ottow-Geissler.

Kini nama dua orang “Rasul Irian Barat” ini diabadikan sebagai nama satu gereja di Kota Manokwari. Mungkin, Mansinam dan Manokwari ditakdirkan sebagai kota bersejarah di Papua. Kalau dirunut lagi, Kantor Pemerintahan pertama di Papua juga bermula dari Manokwari, yang kini menjadi Kantor Gubernur Irjabar.

Bukan hanya itu, Organisasi Papua Merdeka (OPM) juga mempunyai sejarah di Manokwari. Begitu juga, peristiwa penentuan pendapat rakyat (Pepera) 1969 berlangsung di Manokwari. Kini, Gedung Pepera menjadi Gedung DPRD Irjabar. Sementara prasasti Pepera yang terletak di kompleks Kantor Gubernur Irjabar, tidak terawat dan kian memudar.

Pulau Mansinam, penuh dengan sejarah Papua. Namun, agak miris, kalau melihat penataan Pulau Mansinam sekarang ini, yang tidak lebih sebagai onggokan tanah di depan Manokwari, yang tidak lebih baik dari zaman Ottow-Geissler. Betapa tidak, sekolah guru pertama di Papua berdiri di Mansinam, kini hanya ada satu SD. Pelajar SMP dan SMA Mansinam harus menyeberang ke Manokwari untuk bersekolah. Untuk itu, jangan bayangkan jalan raya, karena hanya ada jalan setapak.

Pulau Mansinam sering dikatakan sebagai titik peradaban baru di Papua, tapi itu tidak tampak dalam wajah Mansinam saat ini. Ya, Mansinam sekarang nyaris tidak beda dengan pulau kecil lain, meski sejarah berbeda. Yang jelas, Pulau Mansinam terurus atau tidak, doa Ottow-Geissler, “Dengan nama Tuhan kami menginjak tanah ini” yang terucap pada 5 Februari 1855 tetap terucap di pulau kecil yang cukup elok ini

[...]

Continue



  Ingin melihat keindahan dan keunikan alam bawah laut? Selat Pantar adalah tempatnya. Wisata alam bawah laut merupakan daya tariknya, konon terindah setelah taman laut Kepulauan Karibia. Banyak wisatawan asing yang pernah ke Alor terkagum-kagum. Sebab, selain dimanjakan keindahan taman lautnya, mereka juga menemukan fenomena taman laut tersebut langka dan sangat menarik. Makanya, wajar jika wisata bahari Alor dengan panorama bawah laut yang spefisik di Selat Pantar menjadi primadona dan pemikat bagi para diver kelas dunia dari Amerika, Australia, Austria, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara di Asia.

Tercatat, ada 26 titik diving yang memesona wisatawan di sana. Ke-26 titik diving itu yaitu, Half Moon Bay, Peter's Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Pacth, Nite Delht, Kal's Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man's Land, The Chatedral, School's Ut, dan Shark Close.
Titik diving yang terakhir ini sangat menarik karena merupakan kumpulan ikan hiu dasar laut yang sangat bersahabat dengan para diver. Keindahan bawah laut yang terdapat di Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura, juga mengundang decak kagum para diver profesional dari Jakarta dan Bali untuk datang ke sana.
Bahkan, para diver kelas dunia mengakui, bahwa kawasan taman laut Alor merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Tengok saja pengakuan Ken Parker dari Amerika Serikat, More big fish, prolific swarming masses of schools than anywhere I've seen in 20 years of diving.
Selain potensi wisata bahari, Alor juga menyimpan sejumlah objek wisata yang memiliki daya tarik secara kultural dan historis yang jarang dijamah dan dikunjungi baik oleh penduduk setempat maupun oleh wisatawan. Meski memiliki aksebilitas amat terbatas, tapi bagi para pencinta petualangan alam justru menjadi tantangan dan keunikan.
Salah satunya, alquran tua dari kulit kayu yang ditulis dengan tinta ramuan tradisional yang diperkirakan berusia lebih dari 800 tahun, sebuah bukti sejarah tentang keberadaan Islam di Alor. Daya pemikat lainnya yaitu kampung Takpala, sebuah desa tradisional yang dihuni oleh suku Abui dengan pola perkampungan linear dengan deretan rumah adat.
Masyarakatnya yang masih memegang teguh adat dan tradisi akan mempertontonkan atraksi budayanya yang khas dalam menyambut para pelancong, membuat nama desa ini melambung sampai ke mancanegara.

Bagi pendaki gunung yang menggilai tantangan di tempat yang masih perawan, Gunung Delaki Sirung di Pulau Pantar dan Gunung Koya-Koya di Pulau Alor, adalah tempatnya. Kepenatan yang melelahkan itu segera sirna membawa kesejukan dan kesegaran jiwa setelah menyaksikan fenomena geologi vulkanik di Desa Air Panas dan Air Terjun di Pulau Pantar, taman wisata alam Tuti Adagae di Pulau Alor.
Sementara ranch mini peternakan rusa (terbaik di kawasan timur Indonesia) jangan dilewatkan untuk dikunjungi. Kesejukan dan kesegaran di alam Hutan Nostalgia juga akan menyapa setiap pengunjung yang ingin melepas kepenatan.
Sebelum beranjak kembali pulang, jangan lupa menanam pohon di Hutan Nostalgia sebagai tanda Anda pernah mengunjungi Pulau Alor. Nama dan alamat Anda akan diabadikan pada pohon yang ditanam dan dikenang sepanjang masa.

Sumber : okezoneFoto : la-petite-kepanttprov.go.idcintabahari
Peta Lokasi :
Data peta ©2012 Google, Tele Atlas - Syarat Penggunaan
Peta
Satelit
Hibrida

 


[...]

Continue


Dalam rangka menyambut dirilisnya kembali film "Titanic",  melakukan penggalian lebih dalam, mengenai fakta-fakta paling gila yang terjadi selama penggarapan film yang disutradarai James Cameron tersebut. Apa sajakah itu?

1. Kadal peliharaan Leonardo DiCaprio yang bernama Blizz, mengalami cedera di lokasi syuting. Namun aktor tampan tersebut segera merawatnya dan memulihkan kondisi hewan kesayangannya itu.

2. Ternyata, awalnya sang sutradara James Cameron menginginkan agar Gwyneth Paltrow yang berperan sebagai Rose DeWitt Bukater. Selain itu, Claire Danes dan Nicole Kidman juga dipertimbangkan untuk peran itu.

3. Paramount Pictures ingin agar Matthew McConaughey berperan sebagai Jack Dawson, namun James bersikeras mengusulkan Leonardo DiCaprio. Dan Leonardo hampir menolak peran tersebut untuk bermain sebagai peran utama di film 'Boogie Nights', film tentang industri film dewasa di tahun 1970an.



4. Setelah mengetahui bahwa ia harus bertelanjang di depan Leonardo DiCaprio, Kate Winslet langsung waspada terhadap lawan mainnya itu, ketika mereka pertama kali bertemu.

5. Adegan pertama yang harus dilakukan oleh Kate dan Leonardo bersama adalah saat Jack harus melukis gambar telanjang Rose. James melakukannya dengan maksud memanfaatkan energi kegugupan dari aktor muda itu.

6. James yang menggambar sendiri sketsa telanjang dari Rose, dan tangannya ditampilkan dalam film tersebut. Gambar itu kemudian dilelang dan terjual dengan harga 16 ribu dolar Amerika (sekitar Rp 146,2 juta).

Rose DeWitt Bukater (Rose Dawson Calvert) diperankan Kate Winslet dan Gloria Stuart.7. Gloria Stuart adalah aktris tertua yang pernah menerima nominasi Oscar, untuk perannya sebagai Rose tua, pada usia 87 tahun. Dia juga merupakan satu-satunya orang yang sudah hidup saat bencana nyata Titanic terjadi.

8. Penyanyi baru, Enya menolak kesempatan untuk menyanyikan soundtrack dari film tersebut. Pekerjaan itu kemudian diberikan kepada komposer Jack Horner. Soundtrack film itu yang berjudul "My Heart Will Go On" merupakan lagu pertama dari film non-musikal yang berhasil meraih Oscar.

9. Penyanyi musik Country, Reba McEntire sebelumnya direncanakan untuk berperan sebagai Molly Brown. Namun karena jadwal yang padat, peran itu jatuh pada Kathy Bates.

Adegan "Titanic" (Foto: Getty Images)10. Selama adegan kapal tenggelam, Kate adalah satu-satunya pemeran yang tidak menggunakan pakaian dalam khusus berbasah-basahan (wetsuit). Akibatnya ia terkena pneumonia.

11. 150 pemain tambahan ditraining mengenai etika dan gaya hidup pada abad ke-20. Sebuah video edukasi juga diputar berulang-ulang di ruang ganti pakaian.

12. Kaviar Beluga benar-benar disajikan dalam ruang makan malam kelas pertama.

13. Saat film itu kehabisan anggaran, James memotong bayarannya sebagai sutradara sebesar 8 juta dolar Amerika (sekitar Rp 73,1 miliar).

Kalung Le Coeur De La Mer (Heart of the Ocean) | Foto: Getty Imag …14. Setelah malam terakhir syuting di Novia Scotia, seseorang telah menaruh obat PCP (Angel Dust, sejenis obat bius) ke dalam sup yang disajikan untuk para pemeran dan juga kru. Akibatnya delapan puluh orang mengalami sakit dan beberapa diantaranya dirawat di rumah sakit.

15. Ketika Rose melihat ke langit, saat ia menunggu kapal penyelamat, bintang-bintang di langit membentuk gugusan Heart of the Ocean.

16. Pada 2010 lalu, James mengatakan bahwa alasan sebenarnya dia ingin membuat film itu adalah agar dia bisa merekam reruntuhan kapal Titanic yang sebenarnya.








Sup Krim Wortel, Hidangan Terakhir di Kapal Titanic


Mendengar kata wortel, di benak Anda mungkin tidak sekedar berkaitan dengan kesehatan dan minuman. Karena ternyata ada satu makanan yang menjadi hidangan terakhir yang disajikan di Kapal Pesiar Titanic sebelum tenggelam.
Betul, sejak 100 tahun tenggelamnya kapal Pesiar Titanic dan bertepatan dengan Hari Wortel Internasional, orang juga kembali mengingat kalau salah satu hidangan, Sup Krim Wortel menjadi hidangan terakhir malam itu.



Sumber : Yahoo! Shine & Ghiboo.com
[...]

Continue

Sudah lama saya tidak menikmati liburan dengan jumlah peserta rombongan yang lumayan banyak. Karena memang sangat sulit mengumpulkan teman-teman yang mempunyai bidang pekerjaan yang beragam, untuk berkumpul dan bersepakat bersama, untuk meluangkan satu hari yang sangat berharga, untuk melewatkan liburan bersama-sama; lepas dari segala kepenatan dan kebosanan kukungan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Kendala terbesar tentu saja koordinasi dan komunikasi. Saya terkadang menjadi sangat jengkel sekali kalau ada beberapa teman-teman yang sudah menyatakan kesediaannya untuk berangkat, namun kemudian membatalkannya di detik-detik akhir menjelang keberangkatan. Karena semua rencana berpotensi akan berantakan, dan bisa saja berakhir pada pembatalan prematur perjalanan liburan kali ini. Tapi syukur Alhamdulillah, walaupun ada beberapa pembatalan dan perubahan mengganggu skenario awal, perjalanan kami ke destinasi kami kali ini: Pulau Lihaga akhirnya dapat terealisasi.
Next Destination: Lihaga !!

Secara administratif Pulau Lihaga terletak di Desa Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, sekitar 70 km dari Manado atau sekitar 2 jam perjalanan dari Manado. Hampir 1,5 jam perjalanan ditempuh dengan perjalanan darat, kemudian disambung dengan perjalanan laut sekitar 30 menit. Jikalau memakai angkutan umum, bisa saja dengan menumpang bis ke Pelabuhan Likupang dengan membayar ongkos Rp. 9.000,- melalui terminal Paal Dua Manado. Untuk mencapai Terminal Paal Dua dari pusat kota Manado, kita bisa naik angkot jurusan Pasar 45 – Paal Dua dengan ongkos Rp. 2.000,-. Namun kekurangan utama perjalanan dengan opsi ini adalah ketersediaan bus ke Likupang. Bus dari Manado menuju Likupang beroperasi terbatas hanya pada hari kerja saja, sehingga bisa dikatakan bahwa tidak ada bus yang beroperasi di hari libur, apalagi itu hari libur bagi umat Kristiani yang merupakan masyarakat mayoritas di Sulawesi Utara. Ditambah lagi jumlah armadanya juga tidak banyak. Selain itu, sampai saat ini, tidak ada kapal pengangkut umum ke Pulau Lihaga sepertinya kapal-kapal pengangkut di Kepulauan Seribu yang bisa melayani perseorangan. Sehingga opsi pergi dengan rombongan adalah yang terbaik.

Sewa satu kapal dengan kapasitas maksimal sekitar 25 orang, minimal seharga Rp. 1.000.000,- . Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa liburan ke Pulau Lihaga dengan menggunakan angkutan umum dan dengan rombongan kecil di hari libur adalah misi nyaris mustahil. Karena pertimbangan tersebut, kami memutuskan untuk menyewa mobil saja. Di Manado sendiri, jika anda beruntung, anda bisa mendapatkan mobil dengan biaya sewa Rp. 200.000,- per hari di luar ongkos bensin dan supir. Itu merupakan biaya termurah. Biaya sewa bervariasi tergantung kepada jenis mobil. Dengan biaya yang murah biasanya anda hanya bisa memilih satu dia antara si kembar Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Jika mau lebih nyaman, anda bisa saja menyewa Toyota Kijang Innova atau Daihatsu Terios dan sebangsanya, dengan biaya sewa termurah sekitar Rp. 250.000,-. Dan sekali lagi di luar ongkos bensin dan supir.

Untuk anda yang tidak mau repot-repot mempersiapkan segalanya, anda bisa saja memanfaatkan jasa pramuwisata berpengalaman yang menawarkan satu paket perjalanan ke Pulau Lihaga seharga minimal Rp. 2.250.000,- Untuk dapat mengikuti paket ini, setidaknya rombongan terdiri dari maksimal 15 orang. Itu sudah termasuk biaya antar jemputdoor to door, biaya sewa kapal, biaya masuk kawasan, makan siang, biaya bilas dan lain-lainnya. Jika jumlah rombongan mencapai 30-40 orang, maka paket yang ditawarkan juga menjadi sedikit lebih murah Rp. 4.250.000. Anda akan dilayani dengan menggunakan bus pariwisata full AC.

Jika ini pertama kalinya anda ke Manado, opsi dengan tur sangat dianjurkan. Pramuwisata akan langsung menjemput anda di Airport Internasional Sam Ratulangi. Perjalanan paling baik dan menyenangkan antara April hingga Juli, yaitu di saat memasuki musim kemarau dan matahari bersinar dengan teriknya. Sangat ideal bagi yang menginginkan tanning. Pada saat off peak, hampir semua maskapai jor-joran menawarkan tiket promo. Harga tiket pesawat promo dari Jakarta ke Manado sangat bervariasi, bahkan yang termurah bisa mencapai Rp. 680.000,-. Jika ingin berburu tiket promo, hendaknya dilakukan sekitar bulan Februari hingga April. Sebagai bahan pertimbangan saat peak di Manado terutamanya terjadi pada hari-hari besar Kristiani dan liburan sekolah atau kuliah.

Pulau Lihaga sebenarnya adalah pulau kecil tidak berpenghuni. Pulau ini ditemani oleh pulau-pulau lain yang lebih besar dan didiami penduduk seperti Pulau Bangka dan Pulau Gangga. Mayoritas penduduk di kedua pulau yang lebih besar ini berasal dari etnis Sangir (Sangihe Talaud). Pasir di pantai kedua pulau ini juga putih, tapi tidak sehalus dan sebersih di Pulau Lihaga. Tidak ada kedai penjual makanan atau penyewaan snorkel atau penginapan di pulau ini. Jadi jika anda mau berenang,snorkelling atau menikmati pulau ini semau anda, maka anda sendirilah yang mempersiapkannya. Barang wajib yang musti anda persiapkan tentu saja sunblock dan topi. Kalau bisa, pergunakanlah sunblock yang tahan air. Baru 1 jam saja anda terpapar terik matahari tanpa pelindung, bisa dipastikan kulit anda langsung memerah bagaikan kepiting rebus.



Let's Go to Lihaga

Penduduk yang ada di Pulau Lihaga merupakan penduduk dari pulau tetangga yang bergiliran menjaga pulau ini. Menurut cerita penduduk setempat, ada konflik kepemilikan Pulau Lihaga. Seorang investor lokal dari Manado telah membeli pulau ini untuk dijadikan resort ekslusif. Tidak jelas berapa nominal yang telah dikucurkan dan kepada pihak mana ia telah melalukan persetujuan, namun rencana tersebut ternyata mendapat tentangan dari warga. Secara pribadi, saya juga tidak menginginkan pulau ini menjadi resort, sama seperti pernyataan di salah satu plakat di salah satu sisi pulau dari sebuah media lokal dan mahasiswa pencinta alam lokal yang tetap menginginkan pulau ini bebas dinikmati oleh siapapun.



 Plakat Batu

Kapal penghubung ke Pulau Lihaga biasanya merupakan kapal kayu berukuran sedang yang dapat menampung setidaknya hingga 25 penumpang. Biasanya diberangkatkan di Pantai dekat Pelelangan Ikan Likupang, bukan dari Pelabuhan Likupang. Jika sedang surut, kita bisa berjalan kaki hingga ke tengah laut untuk mencapai kapal.


Pantai Likupang

Perjalanan ke Pulau Lihaga setidaknya memakan waktu sekitar 30-45 menit. Di perjalanan setidaknya kami menemui beberapa daerah yang merupakan daerah pertemuan arus yang cukup kencang. Mungkin karena daerah laut di sekitar Likupang di apit oleh pulau-pulau yang cukup banyak. Laut juga terlihat relatif bersih. Keindahan Pulau Lihaga semakin mempesona di kala kapal mulai mendekati pulau. Perairan di sekitar pulau sangat bersih dan jernih dengan gradasi warna biru-hijau. Kita bisa melihat ikan-ikan berwarna warni bermain di antara karang-karang.


 Pulau Lihaga

Begitu mendekati Lihaga teman-teman seperti tidak sabar untuk membiarkan indra perasa di kaki mereka merasakan kelembutan pasir putih Lihaga. Bahkan beberapa berteriak histeris bagaikan seorang groupie menyambut superstar pujaan hatinya.
 Pantai Lihaga juga cocok untuk si kecil

Yang lain bahkan ingin langsung menceburkan diri ke laut, seakan-akan terhipnotis jernih dan indahnya pemandangan bawah laut Lihaga.


 Selamat datang di Pulau Surga kecil

Memang mengherankan, pasir di pantai ini sangat halus dan lembut, bagaikan sengaja diayak. Di depan Pulau Lihaga terpampang dengan gagah Pulau Gangga, yang juga mempunyai pasir putih.


 Pasir Putih Lihaga dan Pulau gangga terhampar di depannya

Pantai Lihaga juga teduh karena dinaungi oleh pohon-pohon pelindung. Benar-benar kombinasi yang menyejukkan.


 Teduh dan Sejuk di bawah naungan pohon

Namun tidak semua sudut di Lihaga didominasi oleh pasir putih nan lembut. Di beberapa sudut bahkan masih ditemukan pantai dengan karang-karang yang lumayan tajam dihiasi oleh beberapa tanaman mangrove dengan populasi yang tidak terlalu banyak.


 Sisi lain Pantai Lihaga nan berkarang
[...]

Continue